Barcelona Selalu Terpuruk

Barcelona Selalu Terpuruk Setiap Real Madrid Menjadi Juara

Barcelona Selalu Terpuruk Setiap Real Madrid Menjadi Juara

Juara baru La Liga, Agen Bola Real Madrid memang tercatat memiliki torehan trofi lebih sedikit di liga domestik ketimbang rival terkuatnya, Barcelona dalam belasan tahun terakhir ini. Kendati demikian meski hanya meraih empat gelar juara di La Liga Spanyol, Madrid selalu berhasil membuat Barcelona dalam kondisi kesakitan setelahnya.

Dilansir dari Marca selama 13 musim terakhir ini, Madrid memang tercatat hanya mempu menyambet gelar juara sebanyak empat kali di La Liga. Sebaliknya, Barca sukses mendominasi dengan kehadiran satu pemain bintangnya ditengah skuad yakni Lionel Messi.

Kendati demikian, dominasi tersebut diyakini akan segera berakhir setelah keputusan Messi untuk hengkang pada bursa transfer musim panas ini. Konflik internal serta rentetan hasil yang mengecewakan menjadi alasan sang pemain untuk segera hengkang dari Camp Nou. Terlebih setelah Barca yang dibuat kebakaran jenggot usai Madrid menjadi juara La Liga 2019/20 kemarin. Hal ini seolah-olah menjadi tanda berakhirnya dominasi Barca di La Liga Spanyol.

La Pulga diketahui juga telah mengirimkan surat permohonan kepada petinggi klub untuk membahas kepergiannya akhir pekan lalu. Terbarunya pemain asal Argentina itu dikabarkan tidak mengikuti sesi tes kesehatan, Minggu (30/8) dan juga absen dalam latihan perdana klub bersama pelatih baru mereka, Ronald Koeman, Senin (31/8).

Simak Juga : Rencana Ronaldo Dan Juventus Di Musim Baru, Jadi Penguasa Dunia

Barcelona Selalu Terpuruk Setiap Real Madrid Menjadi Juara

Masih dalam laporan yang sama, selama Madrid menjuara La Liga pada 2008, 2012, 2017, dan 2020, Barca selalu berada dalam kondisi terpuruk. Ini menjadi keempat kalinya merreka dalam situasi yang seperti ini setelah Los Blancos mengangkat trofi.

Dimulai dari musim 2007/2008, saat itu Madrid dipastikan keluar sebagai pemimpin klasemen. Efeknya, Barca memutuskan untuk memecat pelatih yang dipegang Frank Rijkaard dan menggantikannya dengan Pep Guardiola. 

Tidak sampai disitu saja, bahkan tim asal Catulannya itu juga mendepak dua bintangnya, Deco dan Ronaldinho. Keduanya dinilai telah merusak Messi yang saat itu baru menjadi bintang baru di skuad utama.

Berada di bawah asuhan Guardiola, Barcelona berhasil menjajal banyak kesuksesan mulai dari tahun 2008 sampai 2012. Sayangnya era tersebut harus terhenti setelah Madrid yang menunjuk Jose Mourinho sebagai pelatih baru. Alhasil Madrid berhasil memutuskan dominasi Barca saat itu di La Liga.

Hal ini juga sempat membuat hubungan antara Guardiola dengan para petinggi Barca sempat memanas. Sebelum pada akhirnya pelatih asal Spanyol itu memutuskan kontrak setelah berhasil menyumbangkan 14 gelar dalam empat musim di tahun 2012.

Di musim 2016/17, Madrid berada di bawah asuhan langsung Zinedine Zidane. Mereka berhasil mengunci gelar Liga Champions dan La Liga saat itu, dengan Barca tengah dalam situasi krisis.

Simak Juga : Guardiola Terbang ke Barcelona Demi Boyong Messi Ke Etihad Stadium

Kepergian Neymar Dari Barcelona- Barcelona Selalu Terpuruk

Tepatnya setelah kegagalan di Liga Champions. Meski berhasil melakukan comeback apik saat bersua dengan PSG di Camp Nou namun sayangnya setelah itu tidak ada lagi torehan spesial yang diberikan. Sebaliknya mereka justru harus kehilangan pemain bintangnya, Neymar yang memutuskan untuk menerima pinangan PSG.

PSG yang berniat untuk balas dendam berhasil mengamankan tanda tangan Neymar dengan nilai transfer mencapai 222 juta euro. Hal ini menjadikan pemain asal Brasil itu sebagai pemain termahal hingga saa tini. Sayangnya penjualan Neymar disebut sebagai awal kekesalan Messi kepada pihak klub.

Lima tahun berselang, akhirnya Madrid kembali membukukan posisi mereka sebagai juara La Liga. Sempat terseok-seok karena kondisi skuad yang tidak memungkinkan, namun berkat campur tangan tangan dingin Zidane, Madrid mampu menutup musim dengan torehan satu trofi juara.

Barcelona Segera Kehilangan Messi

Disisi lain Barca justru harus mengalami kekacauan. Krisis ini sendiri sejatinya sudah terjadi sejak awal musim. Dimana saat itu para pemain Barca yang disalahkan oleh para petinggi klub yang sejatinya merupakan kesalahan  yang mereka buat sendiri karena jadwal yang padat.

Hal ini membuat posisi Ernesto Valverde dari bangku pelatih harus digantikan oleh Quique Setien. Kesulitan Barca mulai terlihat setelah pandemi virus corona dimana mereka harus menutup musim tanpa satu gelar juara. Adapun hasil ini menjadi pertama kalinya sejak 12 musim terakhir bagi Barca yang gagal meraih trofi serta melakukan pemecatan dua pelatih sekaligus.

Terakhir, situasi Barcelona semakin memburuk setelah keinginan Messi untuk hengkang. Meski sudah mendatangkan Ronald Koeman sebagai pelatih, sayangnya hal ini tidak membuat Messi mengurungkan niatnya untuk pergi dari klub yang telah membesarkan namanya itu.

Kami juga berpartisipasi dalam menyediakan permainan online Bola Tangkas Online seperti Tangkasnet, 88Tangkas, Tangkas 365.

Anda dapat melakukan pendaftaran akun judi online terbaik melalui CS Live Chat kami yang selalu online selama 24 jam. Transaksi aman, cepat, dan terpercaya selalu melayani member setia Maincasinoslotonline.

Telah banyak player/member yang mendaftar dan memilih kami sebagai agen terpercaya. Selain itu, juga terdapat banyak bonus yang berlimpah sebagai hadiah / apresiasi kami kepada player/member setia kami.

Segera Hubungi Customer Service Kami melalui kontak maupun Live Chat yang tersedia di halaman situs kami. Terima Kasih.

Menu